KEKELIRUAN TEORI BIG BANG

alam-semestaAlam semesta ini yang merupakan bagian dari alam secara keseluruhan (Fana dan Baqa) ternyata memiliki hubungan fisik yang sangat erat dengan penciptanya. Hubungan ini jika dijabarkan dimulai dari Eksistensi Allah kemudian hijab-hijab-Nya, berikutnya alam Baqa hingga yang terakhir alam Fana. Ternyata antara Allah dengan alam terjadi hubungan yang nyata, terus menerus dan berkesinambungan. Hubungan inilah yang tidak dapat dirumuskan dalam konsep kosmologi fisika yang di dalamnya terdapat Teori Big bang  yang sangat terkenal dan diterima oleh masyarakat luas khususnya para ilmuwan.

Sekarang marilah kita sederhanakan proses kejadian alam semesta menurut teori Big Bang. Mula-mula alam berasal dari sebuah titik yang sangat kecil sehingga volumenya dianggap nol. Titik yang bervolume nol tersebut memiliki kerapatan yang sangat tinggi. Sedemikian tinggi kerapatannya yang oleh sejumlah ilmuwan dapat digambarkan dengan memampatkan seluruh alam semesta ini hingga menjadi sebuah titik. Titik dengan kerapatan yang sangat tinggi tersebut tentu memiliki temperatur yang sangat tinggi pula. Titik inilah yang disebut dengan singularitas yang akan mengembang menjadi alam semesta melalui sebuah dentuman besar. Setelah terjadinya Big Bang atau dentuman besar, maka perlahan-lahan kerapatan dan temperatur akan menurun sedangkan volume akan semakin membesar. Para ilmuwan mendapati keadaan dengan keteraturan yang sangat tinggi pada saat terjadinya dentuman juga pada saat setelahnya. Juga ditemukan nilai-nilai yang akurat yang menyebabkan alam semesta terbentuk dan mengembang seperti sekarang ini, yang mana jika salah satu faktor saja dari sekian banyak faktor-faktor pembentuk alam semesta nilainya tidak seperti apa yang telah ditemukan, maka sangat dipercaya bahwa alam semesta ini keadaannya sangat jauh melenceng dari keadaan seperti sekarang ini atau bahkan alam semesta gagal terbentuk. Belum ada penjelasan yang memuaskan tentang penyebab terjadinya keteraturan dan keakuratan nilai-nilai tersebut. Bagi kita keteraturan dan keakuratan nilai-nilai tersebut mudah-mudahan dapat menambah keyakinan kita tentang peranan Tuhan yang sangat besar dalam penciptaan dan pemeliharaan alam.

Setelah melewati masa tertentu setelah dentuman besar, mulailah terbentuk materi-materi yang sederhana yaitu atom-atom Hidrogen, Helium dan atom-atom dengan elektron dan inti atom yang lebih komplek. Seiring dengan menurunnya temperatur ruang alam, maka mulai terbentuk pula kumpulan materi yang lebih besar, seperti Nebula . Berikutnya Nebula yang telah tua akan meledak dan membentuk planet-planet dan bintang-bintang

Alam semesta ini masih terus mengembang hingga suatu saat dimana pengembangan alam mencapai maksimum, kemudian alam semesta mulai mengerut dan akhirnya akan terjadi penghancuran besar-besaran atau Big Crunch, terus kembali menuju ke sebuah titik Singularitas.

Kekeliruan Teori Big Bang ; .. Benarkah Volume Nol? ..

Seluruh materi alam semesta yang terdiri dari ratusan milyar galaksi, setiap galaksi terdiri dari ratusan milyar planet dan bintang. Semua itu dirapatkan hingga volumenya nol. Ambil saja satu planet yaitu bumi kita ini. Bisakah bumi ini dirapatkan serapat-rapatnya hingga bervolume nol? Kalau masih dalam dimensi ruang yang sama tentu saja tidak bisa. Bukankah partikel terkecil alam semesta ini adalah atom-atom dan atom masih memiliki dimensi meskipun sangat kecil. Memang dengan referensi pengetahuan yang lebih akhir telah ditemukan partikel lebih halus yaitu quark tapi penguraian atom menjadi quark hanya dapat dicapai dengan kondisi yang sangat khusus. jadi kalau bumi akan dirapatkan serapat-rapatnya katakanlah dengan pengecilan volume hingga tinggal 1 persen tentu masih sangat besar sekali.  Jika alam semesta yang diameternya lebih dari 10 milyar tahun cahaya dimampatkan dan volumenya diperkecil sebesar 10 milyar kali, maka volume alam semesta masih sebesar 1 tahun cahaya. masih sangat besar dibandingkan volume nol.

..





Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: