Meluruskan Akal Dan Hati

Maret 20, 2009 at 3:19 pm Tinggalkan komentar

akalPengantar

Bagaimana caranya meluruskan akal dan hati?. Apakah ini termasuk kedalam hal-hal khusyu?. Bagi kebanyakan orang fiqih meluruskan akal dan hati tidak menjadi bahasan yang diutamakan. Kesibukan kepada hukum-hukum agama telah melalaikan hal-hal yang utama, salah satunya ialah meluruskan akal dan hati.

Berbicara dan mengambil bermacam-macam contoh yang memudahkan pengertian akal mengenai cara meluruskan akal dan hati adalah suatu keharusan. kita dapat mengambil pengertian mengenai meluruskan akal dan hati itu dengan sinonim ‘konsentrasi’, yaitu

selanjutnya…

kata lain yang relatif sama dengan ‘khusyuk’. Kata-kata khusyuk sangat dekat dengan pengertian agamis yang seharusnya tak tercampurkan penggunaan bahasa itu dengan bahasa duniawiyah.

Tidak semua orang dapat memahami tentang meluruskan akal dan hati. Oleh karena memang pekerjaan ini sungguh-sungguh berat, seperti apa yang diutarakan dalam surah berikut :

Al-Baqarah 45

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.

Bahaya Tidak Meluruskan Akal-Hati

1. Jauh dari Perlindungan Allah

Tidak serius memikirkan akal dan hati, cenderung kepada kemudharatan, ujungnya adalah cinta kepada duniawiyah dan berarti dekat pada neraka. Meluruskan akal dan hati tidak dianggap enteng. Yakinlah, bahwa bahaya sangat dekat mengancam di depan kita. Baik itu bahaya didunia, ditempat pekerjaan, dan dimanapun kita berada. Tidak lurusnya akal dan hati adalah cerminan dari sifat ragu-ragu kepada Allah. Ini bahaya yang pertama: jauh dari perlindungan Tuhan.

2. Tidak bertambahnya Ilmu

Bahaya kedua dari tidak lurusnya akal dan hati ialah, yakinlah, bahwa tidak akan pernah bertambahnya ilmu seseorang. Oleh karena ilmu tauhid ini mementingkan kekhusyukkan dan keseriusan. Jadi orang yang beruntung itu ialah orang yang sungguh-sungguh memperhatikan dan memikirkan. Mungkin kita perlu memperhatikan, yaitu amatilah pada waktu kita bermajelis, periksalah diri kita dan diri teman kita dalam kelompok-kelompok majelis. Kita akan dapatkan bukti nyata, siapakah diantara kita yang pandai mengambil pelajaran dari majelis itu? Jika kita termasuk orang yang bisa mengambil pelajaran dari apa yang kita diskusikan, kita termasuk ke dalam orang-orang yang beruntung, dekat dengan rakmat Allah. Jika kita tidak termasuk kedalam hal yang demikian , seyogyanya kita berusaha untuk sungguh-sungguh.

3. Bertambahnya kharakter buruk

Mari kita amati apa-apa yang terjadi pada diri kita, ini adalah kasus-kasus sehari-hari dan nyata adanya. kita sering tertawa, sinis atau terbahak-bahak membicarakan  kesalahan orang lain, keburukan orang lain. Diperintahkan untuk menjauhkan akalnya dari kecenderungan dunia, kita malah makin mendekati; disuruh jangan berbohong kita sering berbicara tidak jujur, menambah-nambah kata-kata yang tak perlu yang banyak mudharatnya; jangan bergunjing, dengki, dan iri hati, tetapi kita nikmati pekerjaan itu; jangan jengkel namun kita ikuti kesalnya hati dan kita cari-cari kesalahan orang lain, kita tak pernah memeriksa diri, memeriksa kesalahan diri sendiri yang nyata-nyata kelihatan kita tutup-tutupi, dan selalu yang tampak didepan mata ialah kesalahan orang lain dan tentu saja itu jauh dari rahmat Allah dan jauh dari bertambahnya ilmu Allah kepada kita; jangan tidur lebih dari 6 jam, tetapi kita mencari alasan-alasan dan sungguh-sungguh menikmati indahnya bunga-bunga tidur; jangan sombong, bangga diri dan senang dipuji, namun perilaku kita banyak menunjukkan merasa lebih dari ikhwan lain, tak berprilaku merendahkan hati, tak mau menerima pendapat orang lain, egois lagi kasar hatinya.

Demikian pula dengan permasalahan yang lain seperti jangan mengeluh dan berputus asa, tapi seringkali kita mencerca keadaan, mencerca masa, dan menyalahkan orang lain, bukankah itu sesuatu  yang terjadi pada diri kita itu sesungguhnya adalah ketetapan Allah yang sudah tercatat di lauhul mahfuz? Kurang yakinkah kita pada surah Al-Haddid 22 itu? Alangkah buruknya kita ini didepan Allah, didepan para Rasul dan orang tua kita yang mendidik kita tanpa kenal lelah.

BAGAIMANA MELURUSKAN AKAL DAN HATI

Uraian dibawah ini hanya sebagai urun-rembuk belaka, sebatas ide saja. Belum tentu sepenuhnya sempurna, yang sempurna itu hanyalah Allah saja. Walaupun uraiannya berat, namun alangkah lebih baiknya kita memulai mendiskusikan, karena hal ini adalah masalah kita bersama.

Berbicara mengenai meluruskan akal dan hati memiliki makna-makna yang banyak berhubungan dengan kata-kata seperti memikirkan (tafakkur), jihad, kesadaran, sungguh-sungguh, benar-benar, konsentrasi, hanyut, sering mengingat, mengawasi dan mengevaluasi. Kata pertama menjadi kunci dari pada meluruskan akal dan hati dan yang sebenar-benarnya kuncinya itu terletak pada tafakur, sedangkan yang lainnya adalah sarana pendukungnya saja atau dampak setelah tafakkur itu.

Jadi cara utama untuk meluruskan akal dan hati ialah dengan tafakkur. Arti tafakkur yaitu memikirkan. memikirkan berarti menggerakkan fungsi-fungsi akal. Adapun yang menggerakkan semua kegiatan anggota tubuh adalah akal yang memiliki pekerjaan berfikir. Ini sejalan dengan surah sebagai berikut:

Ali-Imran 191

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Pertanyaan kita dari ayat diatas ialah, mengapa orang yang sedang memikirkan (bertafakkur) tentang penciptaan langit dan bumi itu berdo’a seperti ayat ditas:  “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Apa yang sedang ia pikirkan, sehingga ia sampai kepada bentuk do’a?

Ini pembuktian pertama dan merupakan ciri khas dari lurusnya akal dan hati. Artinya bila yang difikirkan itu tidak sampai kepada hasil pemikiran kepada hubungannya dengan Allah, maka yang difikirkan itu menjadi sia-sia, amal yang tak berbekas. ayat diatas menunjukkan tentang bertafakkur terhadap penciptaan alam semesta.

Kalau begitu, bertafakkur itu termasuk yang diutamakan dan berlipat ganda manfaatnya, juga kunci daripada meluruskan akal dan hati, menambah kekaguman kepada Allah dan menambah keyakinan yang amat sangat kepada Allah. Bertafakkur termasuk jihad besar. Secar ilmu kesehatan bertafakkur membutuhkan energi dan kalori yang banyak, kelelahan phisik, tetapi kualitasnya paling baik dibanding dengan yang lainnya. Allah menghargai hasil pemikiran manusia sesuai kesanggupan hasil berpikirnya.

Bertafakkur juga menambah kesadaran, kesabaran dan keikhlasan. Pandangan menjadi luas, sarana ke arah  sifat bijaksana dan merundukkan akal dan hati; atau menjadi ukuran pula akan rendahnya hati seseorang dihadapan Allah.

Pekerjaan tafakkur bukan tidak ada kendala. Karena tafakkur merupakan kunci awal dari meluruskan akal dan hati serta kunci pula dari pada kesadaran, maka pekerjaan tafakkur sering mendapat gangguan, terutama dari pengaruh syaitan. Bila dirinci gangguan-gangguan itu ialah: mengikuti lintasan akal, tertidur, terpancing oleh keadaan seperti anak istri, suami, orang tua, tetangga, dan sebagainya.

Tetapi dari semua itu, yang perlu ditegaskan ialah bertafakkur (memikirkan Allah) itu seharusnya dilakukan dimana saja, misalnya di shalat, di zikir, membaca Al-Qur’an, di majelis, merasa diawasi diperjalanan, diatas kendaraan, dikantor, dirumah,  di kampus, disekolah dan dimana saja, seperti yang disebutkan pada surah Ali-Imran 191.


Entry filed under: Tafakkur. Tags: .

Nasehat Hidup di Balik Hidup Mengharapkan Pertemuan Dengan Allah

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calender

Maret 2009
S S R K J S M
    Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

RSS news

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Harun Yahya Tv

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Harun Yahya TV


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: